Bangren TV
Produk Bursa Efek
Ada beberapa jenis efek yang umumnya diperdagangkan di pasar modal (instrumen pasar modal) antara lain adalah saham, obligasi, dan surat pernyataan utang lainnya seperti option, warrant, dan right. Adapun Produk Bursa Efekyaitu sebagai berikut.
1. Saham
Saham ada dua macam yaitu saham biasa (common stock) dan saham istimewa (preferred stock).
a. Saham Biasa (Common Stock)
Saham biasa merupakan tanda penyertaan modal pada suatu perusahaan (cq. Perseroan Terbatas)
Keuntungan investor dalam pembelian saham dapat berupa sebagai berikut.
1) Dividen merupakan bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik saham
2) Capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli dan harga jual saham.
b. Saham Istimewa (Preferred Stock)
Saham istimewa merupakan saham yang memberikan prioritas pilihan kepada pemegangnya antara lain sebagai berikut.
1) Saham istimewa mempunyai hak terlebih dahulu dalam hal menerima dividen.
2) Dalam hak likuidasi berhak menerima pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham istimewa setelah semua kewajiban perusahaan dilunasi.
3) Pemegang saham istimewa memperoleh penghasilan dalam jumlah yang tetap.
4) Saham istimewa yang diterbitkan mempunyai jangka waktu yang tidak terbatas, akan tetapi perusahaan mempunyai hak untuk membeli kembali saham istimewa tersebut dengan harga tertentu.
5) Pemegang saham istimewa tidak mempunyai suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
2. Obligasi (Bonds)
Obligasi merupakan surat bukti utang suatu perusahaan yang akan dibayar pada waktu jatuh tempo sebesar nilai nominalnya. Penghasilan yang diperoleh dari obligasi berupa bunga yang akan dibayarkan oleh perusahaan penerbit obligasi tersebut pada saat jatuh tempo.
3. Surat Berharga Lainnya
Selain saham dan obligasi yang telah diuraikan di atas, yang digunakan sebagai media utang di bursa efek Indonesia, juga terdapat beberapa jenis efek yang diperdagangkan seperti option, warrant, dan right.
a. Option
Option merupakan surat pernyataan yang dikeluarkan pleh seseorang atau lembaga yang emmebrikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham (call option) dan menjual saham (put option) pada harga yang telah ditentukan sebelumnya.
b. Warrant
Warrant merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan pada waktu dan harga yang telah ditentukan.
c. Right
Right merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya (pemilik saham biasa) untuk membeli tambahan saham pada penerbitan saham baru.
Demikian pembahasan mengenai Produk Bursa Efek. Semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.
Bangren TV
Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori-teori pertumbuhan ekonomi terdiri atas Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis, Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik, dan Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik. Pembahasan mengenai ketiga teori pertumbuhan ekonomi tersebut yaitu sebagai berikut.
a. Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
Tokoh utama mazhab ekonomi historis adalah Friedrich List, Bruno Hilderbrand, Karl Bucher, Werner Sombart, dan Walt Whiteman Rostow.
1. Friedrich List
Menurut Friedrich List dalam bukunya Das Natonals System Politischen Ekonomi (1841), perkembangan ekonomi sebenarnya bergantung pada peranan pemerintah, organisasi swasta, dan lingkungan kebudayaan. Pendekatan Friedrich List dalam menentukan tahap-tahap perkembangan ekonomi berdasarkan pada "cara produksinya". Perkembangan ekonomi menurut Friedrich List melalui lima fase, yaitu sebagai berikut.
a) Masa Berbur/Mengembara
Pada masa ini manusia memenuhi kebutuhan sangat bergantung pada alam, mereka hidup secara berkelompok, dan berpindah-pindah dari suatu daerah ke daerah yang lainnya. Jika makanan di sekitarnya habis mereka akan segera pindah ke tempat yang baru yang dapat memberikan kehidupan bagi mereka.
b) Masa Beternak dan Bertani
Pada masa ini mereka mulai hidup menetap, bercocok tanam, dan beternak. Mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada alam, mereka mulai mencoba memelihara hasil buruannya yang masih hidup, dan menanam jenis tumbuhan yang mereka dapatkan dari tempat lain.
c) Masa Bertani dan Kerajinan
Pada masa ini peradaban mulai meningkat sehingga kebutuhan mereka bertambah, untuk mencukupi kebutuhannya mereka berusaha memperluas lahan pertanian dan berusaha membuat kerajinan-kerajinan tangan untuk mengisi waktu senggangnya setelah bertani.
d) Masa Kerajinan, Industri, dan Perdagangan
Pada masa ini masyarakat telah memandang kerajinan buka lagi sebagai sampingan, lambat laun berubah menjadi sebuah kawasan industri kerajinan dan sudah mulai ditukarkan dengan hasil pertanian di suatu tempat tertentu/pasar. Pada masa inilah akhirnya timbul perdagangan yang dilakukan oleh para pedagang. Kehidupan masyarakat berkembang dengan adanya pertanian, industri, dan perdagangan.
2. Brumo Hiderbrand
Menurut Bruno Hilderbrand perkembangan ekonomi didasarkan pada cara distribusi. Bruno Hilderbrand mengemukakan tiga sistem distribusi, yaitu sebagai berikut.
a) Perekonomian barter
b) Perekonomian uang
c) Perekonomian kredit
3. Karl Bucher
Menurut Karl Bucher pertumbuhan ekonomi masyarakat dilihat dari hubungannya antara produsen dan konsumen dalam mendistribusikan hasil produksinya sampai ke tangan konsumen.
Karl Bucher membagi pertumbuhan perekonomian ke dalam beberapa hal sebagai berikut:
a) Rumah Tangga Tertutup
Kehidupan masyarakat pada masa ini belum ada proses pertukaran, masyarakat menghasilkan barang terbatas hanya untuk lingkungannya sendiri.
b) Rumah Tangga Kota
Pada rumah tangga kota, masyarakat mulai mengenal pertukaran hasil produksi. Hasil produksi kota biasanya dikerjakan dalam bentuk gilda yaitu suatu ikatan di antara para produsen sejenis, hubungan antara para pekerja dan pimpinan masih bersifat kekeluargaan, produksinya pun dikerjakan atas dasar pesanan.
c) Rumah Tangga Bangsa
Rumah tangga bangsa meliputi suatu negara, produksi tidak lagi didasarkan atas pesanan, tetapi sudah berorientasi untuk mendapatkan keuntungan, di dalam rumah tangga bangsa sistem gilda sudah hilang.
d) Rumah Tangga Dunia
Di dalam rumah tangga dunia kegiatan perekonomian sudah semakin luas. Sistem perekonomian tidak terbatas hanya di dalam negeri, tetapi sudah sampai ke luar negeri. Ruang lingkup pasar mencakup pasar internasional.
4. Werner Sombart
Menurut Werner Sombart perkembangan perekonomian dibagi menjadi beberapa hal seperti berikut.
a) Zaman perekonomian tertutup yang dibagi menjadi dua macam. yaitu perekonomian desa serta perekonomian feodal dan tuan tanah.
b) Zaman Kerajinan dan Pertukaran, zaman ini ditandai adanya pembagian kerja yang masing-masing mengerjakan pekerjaannya dan sifatnya masih kekeluargaan.
c) Zaman Kapitalis, yang dibagi menjadi zaman kapitalis purba, zaman kapitalis madya, zaman kapitalis raya, dan zaman kapitalis akhir.
5. Walt Whiteman Rostow
Walt Whiteman Rostow ekonom dari Amerika, mengemukakan teori dalam bukunya yang berjudul The Stage of Economic Growth (1960). Menurut Rostow, proses pertumbuhan ekonomi dapat dibedakan ke dalam lima tahap yaitu sebagai berikut.
a) Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
Pada masyarakat tradisional ini, fungsi produksinya masih sangat terbatas, cara hidup masyarakatnya masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang kurang rasional, dan turun-temurun, tingkat produktivitas pekerja masih rendah.
b) Prasyarat untuk Tinggal Landas (The Preconditions for Take Off)
Pada tahap prasyarat tinggal landas ini merupakan masa transisi di mana masyarakat mulai mempersiapkan diri untuk mencapai pertumbuhan atau kekuatan sendiri (self sustained growth).
c) Tinggal Landas (The Take Off)
Pada tahap tinggal landas ini pertumbuhan ditandai oleh adanya perubahan yang drastis dalam masyarakat, terciptanya kemajuan yang pesat sehingga timbul adanya penanaman modal.
Rostow mengemukakan tiga ciri utama dari negara-negara yang sudah mencapai masa tinggal landas yaitu sebagai berikut.
(1) Terjadinya kenaikan investasi produktif dari 5% atau kurang menjadi 10% dari Produk Nasional Bersih.
(2) Berkembangnya beberapa sektor industri dengan cepat.
(3) Terciptanya suatu rangka dasar politik, sosial, dan institusional yang dapat menjamin pertumbuhan.
d) Gerakan ke Arah Kedewasaan (The Drive to Maturity)
Pada masa ini masyarakat sudah secara efektif menggunakan teknologi modern pada sebagian faktor produksi dan kekayaan alamnya.
Ciri-ciri dari tahap ini adalah sebagai berikut.
(1) Struktur dan keahlian tenaga kerja mengalami perubahan. Peranan sektor industri semakin penting dan sektor pertanian menurun.
(2) Peranan manajer profesional semakin penting dan menggantikan pengusaha/pemilik.
(3) Mulai muncul kritik terhadap industrialisasi, karena masyarakat tidak puas terhadap dampak industrialisasi.
e) Masa Konsumsi Tinggi (The High Mass Consumption)
Pada tahap ini masyarakat sudah menekankan pada masalah konsumsi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam tahap ini ada tiga macam tujuan masyarakat yaitu sebagai berikut.
(1) Memperbesar kekuasaan dan pengaruh suatu negara ke negara lain.
(2) Menciptakan negara kesejahteraan (welfare state) yang lebih merata kepada penduduk dengan pemerataan pendapatan.
(3) Mempertinggi tingkat konsumsi masyarakat di atas kebutuhan pokok(sandang, pangan, dan papan).
b. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik
Tokoh dari teori klasik adalah Adam Smith dan David Ricardo.
1. Adam Smith
Adam Smith merupakan ekonom pertama yang banyak memberi perhatian kepada masalah ekonomi. Adam Smith juga terkenal sebagai pelopor pembangunan ekonomi dan kebijakan laissez-faire. Dalam bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation (1776) ia mengemukakan tentang proses pertumbuhan ekonomi jangka panjang secara sistematis. Pendapat Adam Smith dituangkan dalam teori yang disebut The Invisible Hands (Teori Tangan-Tangan Gaib).
Menurut Adam Smith proses pertumbuhan ekonomi dibedakan menjadi dua aspek utama pertumbuhan ekonomi yaitu pertumbuhan output total dan pertumbuhan ekonomi.
a) Pertumbuhan Output Total
Menurut Adam Smith ada tiga unsur pokok sistem produksi yaitu sumber daya alam yang tersedia (faktor produksi tanah); sumber daya manusia (jumlah penduduk); dan jumlah persediaan barang modal.
(1) Sumber daya alam yang tersedia merupakan batas maksimum bagi pertumbuhan suatu perekonomian. Maksudnya, jika sumber daya alam ini belum digunakan sepenuhnya, maka jumlah penduduk dan persediaan barang modal yang ada memegang peranan dalam pertumbuhan output. Akan tetapi jika semua sumber daya alam tersebut telah digunakan secara penuh, maka pertumbuhan ouput tersebut akan berhenti.
(2) Sumber daya manusia (jumlah penduduk) akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan akan tenaga kerja dari suatu masyarakat, dalam proses pertumbuhan output.
(3) Menurut Adam Smith persediaan barang modal merupakan unsur produksi yang sangat menentukan tingkat output dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pertumbuhan output. Pengaruh persediaan barang modal terhadap tingkat output total. Pengaruh persediaan barang modal terhadap tingkat output total dapat secara langsung, sedangkan pengaruh stok modal terhadap tingkat output total secara tidak langsung.
Adam Smith merupakan penganjur laissez-faire dan free trade. Menurutnya, potensi psar akan dapat dicapai secara maksimum, jika setiap warga masyarakat diberi kebebasan seluas-luasnya untuk melakukan kegiatan ekonominya. Selain itu, Adam Smith mengemukakan bahwa jika pasar tidak tumbuh secepat pertumbuhan modal, maka tingkat keuntungan akan segera merosot dan akhirnya akan mengurangi gairah para pemilik modal untuk melakukan akumulasi modal dan dalam jangka panjang tingkat keuntungan tersebut akan menurun dan pada akhirnya akan mencapai tingkat keuntungan minimal.
b) Pertumbuhan Penduduk
Menurut Adam Smith, jumlah penduduk akan meningkat jika tingkat upah yang berlaku lebih tinggi dari tingkat upah subsisten (tingkat upah yang pas-pasan untuk hidup). Orang-orang akan menikah muda jika tingkat upah di atas tingkat subsisten, sehingga jumlah kelahiran meningkat. Sebaliknya jika tingkat upah lebih rendah dari tingkat upah subsisten, maka jumlah penduduk akan menurun.
Menurut Adam Smith, tingkat upah tinggi dan meningkat jika permintaan akan tenaga kerja tumbuh lebih cepat daripada penawaran tenaga kerja. Sedangkan permintaan tenaga kerja tumbuh lebih cepat daripada penawaran tenaga kerja. Sedangkan permintaan akan tenaga kerja ditentukan oleh persediaan barang modal dan tingkat output masyarakat. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhn permintaan akan tenaga kerja ditentukan oleh laju pertumbuhan persediaan barang modal dan laju pertumbuhan output.
2) David Ricardo (1772-1823)
Proses pertumbuhan menurut David Ricardo diungkapkan dalam bukunya yang berjudul The principles of Political Economy and Taxation (1917). Ciri-ciri perekonomian menurut David Ricardo adalah jumlah tanah terbatas, tenaga kerja meningkat atau menurun tergantung pada tingkat upah, apakah di atas atau di bawah tingkat upah minimal, akumulasi modal tingkat keuntungan minimal, sepanjang waktu terjadi kemajuan teknologi dan dominannya sektor pertanian.
Menurut David Ricardo proses pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut.
a) Perkembangan perekonomian ditentukan oleh empat faktor; yaitu luas tanah, jumlah penduduk, persediaan barang modal, dan teknologi.
b) Besarnya pendapatan nasional ditentukan oleh; upah, sewa, dan keuntungan pengusaha.
c) Seluruh kegiatan ekonomi berlaku Law of Diminishing Return.
d) Tanah pertanian dalam kondisi tetap.
e) Keuntungan pengusaha merupakan aktor pembentukan modal.
c. Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik
1) Sollow Swan
Ekonom yang menjadi perintis dalam mengembangkan teori Neo-Klasik adalah Robert Sollow dan Trevor Swan yang berkembang sejak tahun 1950-an. Menurut teori ini, pertumbuhan ekonomi bergantung pada pertambahan penyediaan faktor-faktor produksi (penduduk, tenaga kerja, akumulasi modal) dan tingkat kemajuan teknologi. Menurut teori ini sampai di mana perekonomian akan berkembang bergantung pada pertambahan penduduk, akumulasi kapital, dan kemajuan teknologi.
2) Keynesian (Harrod-Domar)
Teori Harrod-Domar itu merupakan perluasan dari analisi Keynes mengenai kegiatan ekonomi secara nasional dan masalah tenaga kerja. Teori ini berusaha menunjukkan syarat yang dibutuhkan agar perekonomian dapat tumbuh dan berkembang secara mantap (steady growth).
Teori Harrod-Domar ini mempunyai beberapa asumsi yaitu sebagai berikut.
a) Perekonomian dalam pengerjaan penuh (full employment) dan barang-barang modal yang ada dalam masyarakat digunakan secara penuh.
b) Perekonomian terdiri atas dua sektor, yaitu rumah tangga dan sektor perusahaan.
c) Besarnya tabungan masyarakat adalah proporsional dengan besarnya pendapatan nasional, berarti fungsi tabungan dimulai dari titik nol.
d) Kecenderungan untuk menabung (marginal propensity to save = MPS)besarnya tetap, demikian juga rasio antara modal-output (capital output ratio =COR) dan rasio antara pertambahan modal-output (incremental capital-output ratio = ICOR).
Menurut Harrod-Domar, setiap perekonomian dapat menyisihkan suatu proporsi tertentu dari pendapatan nasionalnya jika hanya untuk mengganti barang-barang modal (gedung-gedung, peralatan, material) yang rusak. Namun demikian, untuk menumbuhkan perekonomian tersebut, diperlukan investasi-investasi baru sebagai tambahan stok modal. Jika kita menganggap bahwa ada hubungan ekonomis secara langsung antara besarnya stok modal (K) dan output total (Y), misalnya jika Rp3,00 modal diperlukan untuk menghasilkan (kenaikan) output total sebesar Rp1,00, maka setiap tambahan bersih terhadap stok modal (investasi baru) akan mengakibatkan kenaikan output total sesuai dengan rasio modal-output tersebut. Hubungan tersebut yang telah kita kenal dengan istilah rasio modal-output (COR) , yaitu 3 berbanding 1.
3) Schumpeter
Teori Schumpeter dikemukakan pada tahun 1934 dan diterbitkan dalam bahasa inggris dengan judul The Theory of Economic Development. Selanjutnya Schumpeter menggambarkan teorinya tentang proses pembangunan dan faktor utama yang menentukan pembangunan dalam bukunya Business Cycle yang diterbitkan pada tahun 1939.
Menurut Schumpeter, faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah proses inovasi yang dilakukan oleh para inovator atau wiraswasta (entrepreneur). Dia juga mengemukakan bahwa ada lima macam kegiatan yang dimasukkan sebagai inovasi yaitu sebagai berikut.
a) Memperkenalkan produk baru.
b) Memperkenalkan cara berproduksi baru.
c) Adanya perubahan organisasi industri menuju efisiensi.
d) Penemuan sumber-sumber bahan mentah baru.
e) Pembukaan pasar-pasar baru.
Demikian pembahasan mengenai Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian..
Bangren TV
Mekanisme Kerja Bursa Efek
1. Prosedur Penerbitan Efek (Emisi)
Untuk menerbitkan efek terdapat beberapa tahapan/langkah yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan antara lain sebagai berikut.
a. Perusahaan tersebut melakukan konsultasi antara dewan direksi/komisaris dengan pemegang saham untuk membicarakan rencana go public. Kemudian diadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) karena struktur permodalan perusahaan yang go public akan berubah, dan akan mengubah pemilikan perusahaan, hak, serta kewajiban pemegang saham.
Perusahaan harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh menteri keuangan dalam surat keputusan nomor 859.KMK.01/1987 tentang emisi melalui bursa sebagai berikut.
1) Berkedudukan di Indonesia.
2) Modal yang disetor sekurang-kurangnya Rp200.000.000,00.
3) Dalam dua tahun buku terakhir secara berturut-turut memperoleh laba.
4) Laporan keuangan telah diperiksa oleh akunta publik/akuntan negara untuk dua tahun buku terakhir secara wajar tanpa syarat untuk tahun terakhir, dan sebagainya.
b. Perusahaan tersebut menghubungi penjamin emisi (underwriter) dan lembaga penunjang lainnya (akuntan publik/akuntan pemerintah, notaris, konsultan hukum).
c. Menyampaikan letter of intent kepada BAPEPAM. Letter of Intent merupakan surat pernyataan kehendak perusahaan untuk menerbitkan efek melalui pasar modal.
d. Menyampaikan pernyataan pendaftaran emisi efek yang ditujukan kepada menteri keuangan melalui (c.q) ketua BAPEPAM.
e. Melakukan dengan pendapat terbatas, yang melibatkan emiten, lembaga penunjang dan BAPEPAM, tentang kelengkapan dokumen, proyeksi, dan operasi perusahaannya.
2. Prosedur Transaksi Efek
Sebelum efek dijual di bursa efek. Efek tersebut harus dijual di pasar perdana terlebih dahulu dengan harga yang sudah ditentukan oleh perusahaan (emiten) dan tidak ada tawar-menawar.
Prosedur pembelian efek di pasar perdana adalah sebagai berikut.
a. Pembeli menghubungi agen penjual yang ditunjuk oleh underwriter untuk mengisi formulir pemesanan, setelah formulir pemesanan diisi disertai tanda tangan dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) investor tersebut sebanyak satu lembar.
b. Jika banyaknya efek yang dipesan lebih banyak dibandingkan dengan banyaknya efek yang ditawarkan, maka ada masa penjatahan dan masa pengembalian dana.
c. Penyerahan efek dilakukan setelah ada kesesuaian antara banyaknya efek yang dipesan investor dengan banyaknya efek yang dapat dipenuhi oleh emiten.
Mekanisme perdagangan efek di bursa efek hanya dapat dilakukan oleh anggota (member) bursa efek tersebut. Syarat keanggotaan bursa efek pada umumnya menyangkut permodalan dan kemampuan sebagai anggota bursa efek. Perdagangan efek di bursa efek dapat dilakukan melalui pedagang efek (PE) dan perantara pedagang efek (PPE) yang merupakan anggota suatu bursa efek.
Pedagang efek (dealer) di sini bertindak sebagai investor sehingga PE menerima konsekuensi baik untung maupun rugi. Perantara pedagang efek (broker) mendapat komisi maksimum 1% dari nilai transaksi dan berfungsi sebagai agen yang melakukan transaksi atas nama klien.
Sistem perdagangan efek di bursa efek dilakukan melalui dua sistem, yaitu sistem kol dan sistem terus-menerus.
a. Sistem kol merupakan sistem perdagangan yang dipimpin oleh petugas bursa yang disebut pimpinan kol. Perdagangan efek ini pertama didaftarkan (listing) di bursa efek dengan sistem lelang, proses tawar-menawar dilakukan pimpinan lelang.
b. Sistem terus-menerus merupakan sistem perdagangan efek yang dilakukan oleh anggota bursa secara langsung tanpa melalui pimpinan kol. Sistem perdagangan ini dilakukan setiap hari bursa. Bagi investor bukan anggota bursa yang ingin membeli/menjual efek ia harus menghubungi salah satu anggota bursa efek untuk melakukan pembelian/penjualan efek yang diinginkan/dimiliki investor tersebut.
![]() |
| Mekanisme Kerja Bursa Efek |
Demikian pembahasan mengenai Mekanisme Kerja Bursa Efek. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.
Bangren TV
Pengertian dan Manfaat Perdagangan Internasional
Perdagangan erat kaitannya dengan pasar. Perdagangan berarti proses pertukaran barang atau jasa dengan barang atau jasa lain maupun dengan uang. Perdagangan yang terjadi bisa terjadi dalam batas wilayah tertentu (lokal), wilayah dalam satu negara (nasional) bahkan antarnegara (internasional). Perdagangan tersebut didasarkan atas kehendakan sukarela dari masing-masing pihak. Pertukaran yang terjadi karena paksaan dan ancaman perang tidak termasuk dalam arti perdagangan.
Dengan demikian, perdagangan internasional dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pertukaran barang atau jasa yang dilakukan antarnegara (bisa dua negara atau lebih). Kegiatan perdagangan internasional tersebut kemudian direalisasikan ke dalam kegiatan ekspor dan impor. Impor merupakan kegiatan memasukkan atau membeli barang atau jasa dari negara lain, sedangkan ekspor merupakan kegiatan mengirim atau menjual barang atau jasa ke negara lain.
Dari kegiatan ekspor dan impor di atas dapat terjadi kemungkinan-kemungkinan sebagai berikut.
a. Jumlah ekspor lebih besar daripada impor sehingga neraca perdagangannya disebut aktif.
b. Jumlah ekspor lebih kecil daripada impor sehingga neraca perdagangannya disebut pasif.
c. Jumlah ekspor sama dengan impor sehingga neraca perdagangannya disebut seimbang atau balance.
Perdagangan internasional mempunyai manfaat bagi pelakunya. Dengan melakukan perdagangan luar negeri, negara yang mempunyai kelebihan minyak bumi bisa menjual minyaknya ke luar negeri, dan kemudian uang hasil penjualan minyak bumi tersebut bisa digunakan untuk mengimpor barang-barang yang tidak diproduksi di dalam negeri. Oleh karena itu, adanya perdagangan internasional memungkinkan masing-masing negara melakukan spesialisasi dalam memproduksi barang dan jasa, yang pada gilirannya efisiensi masing-masing negara tersebut bisa meningkat.
Sekalipun suatu negara dapat memproduksi barang-barang yang sama jenisnya dengan yang dihasilkan oleh negara lain, namun mungkin negara tersebut lebih untung kalau mengimpor saja barang-barang tersebut dari luar negeri daripada menghasilkannya sendiri. Negara tersebut lebih baik memperluas kegiatannya dalam menghasilkan barang-barang yang dapat diekspor ke luar negeri. Dengan cara ini, negara tersebut dapat menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki secara lebih efisien. Selain itu, penduduk negara tersebut akan menikmati lebih banyak barang daripada apabila negara tersebut tidak melakukan spesialisasi dan perdagangan internasional.
Adapun perdagangan internasional mempunyai manfaat sebagai berikut.
a. Memungkinkan terjadinya spesialisasi.
b. Dapat memperoleh barang yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri.
c. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi.
d. Memperluas daerah pemasaran.
e. Mempercepat proses alih teknologi.
f. Mempercepat pertumbuhan ekonomi karena perdagangan internasional dapat memperluas lapangan kerja.
g. Memperoleh tambahan devisa bagi negara yang surplus neraca perdagangannya.
h. Menciptakan stabilitas ekonomi (terutama harga di dalam negeri).
i. Merangsang produsen dalam negeri untuk lebih bisa bersaing.
Demikian Pembahasan mengenai Pengertian dan Manfaat Perdagangan Internasional. Semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.
Bangren TV
Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Perdagangan Internasional
Ada banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional. Faktor tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Suatu Negara Tidak Mampu Memproduksi Semua Barang yang Dibutuhkan Masyarakatnya
Ada kalanya suatu negara tidak mampu memenuhi semua barang dan jasa yang menjadi kebutuhan penduduk, sehingga untuk memenuhinya suatu negara perlu mengimpor barang dan jasa tersebut dari luar negeri. Dengan demikian kebutuhan produk dapat dipenuhi.
b. Keinginan Memperoleh Keuntungan (Devisa) untuk Meningkatkan Penerimaan Negara
Dalam rangka meningkatkan penerimaan negara, negara mengekspor barang dan jasa produk dalam negeri ke luar negeri. Dari kegiatan ekspor tersebut suatu negara akan memperoleh keuntungan (devisa).
c. Perbedaan Sumber Daya Alam
Perbedaan sumber daya alam mendorong setiap negara menghasilkan produk yang berbeda. Hal ini mendorong terjadinya perdagangan di antara negara yang memiliki produk berbeda.
d. Perbedaan Kemampuan Sumber Daya Manusia
Kemampuan sumber daya manusia antara negara satu dengan negara yang lain sangat berbeda. Contoh ada negara yang sudah mampu dan ada yang belum mampu untuk memproduksi pesawat terbang, sedangkan hampir seluruh negara membutuhkannya. Hal inilah yang mendorong terjadinya perdagangan antarnegara.
e. Perbedaan Selera Konsumen
Selera konsumen di dalam negeri terhadap produk luar negeri akan memengaruhi suatu negra untuk mengimpor barang dan jasa tersebut. Perbedaan model suatu produk tertentu yang dihasilkan oleh suatu negara kadangkala akan menarik minat konsumen terhadap produk tersebut.
f. Perbedaan Kemampuan Negara untuk Mengolah Sumber Daya Ekonomi
Perbedaan kemampuan negara dalam mengolah sumber daya ekonomi menyebabkan terjadinya perbedaan biaya produksi. Hal ini menyebabkan biaya produksi di suatu negara relatif lebih murah jika dibandingkan dengan biaya produksi di negara lain. Kondisi demikian menyebabkan suatu negara memutuskan untuk mengimpor barang karena lebih murah.
g. Keinginan Membuka Kerja Sama, Hubungan Politik, dan Dukungan dari Negara Lain
Keinginan untuk membuka kerja sama dengan negara lain akan mendorong terjadinya perdagangan internasional. Pada sisi lain, perdagangan antarnegara juga akan menyebabkan kerja sama antarnegara semakin erat.
h. Era Globalisasi
Adanya era gobalisasi dengan perdagngan bebas menyebabkan tidak satu negara pun di dunia ini yang dapat hidup sendiri. Mereka membutuhkan kerja sama dengan negara lain dan salah satu bentuknya adalah perdagangan internasional tersebut.
Demikian pembahasan mengenai Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Perdagangan Internasional. Semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.
Langganan:
Postingan (Atom)




